TUGAS LAPORAN WAWANCARA DENGAN PERUSAHAAN YANG MEMPRODUKSI BARANG

ROTI ROTI

PROSES PEMBUATAN ROTI
KELOMPOK : ADE REGGA TRIMUULYONO
SYARIF SAEFULAH
ERMA YENI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Dengan adanya kegiatan ini siswa di harapkan mampu membuat laporan mengenai “pembuatan roti” sambil melakukan penelitian, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan roti, selain itu kegiatan ini pun dibuat untuk memperbayak ilmu pengetahuan tentang produksi barang khususnya roti.

1.2 Pokok pembahasan Dalam laporan ini kami akan menguraikan tentang pembuatan roti, yang terdiri dari langkah-langkah diantaranya :

* Sejarah berdirinya Usaha
* Bahan-bahan apa yang digunakan untuk membuat roti
* Bagaimana Cara pembuatan roti
* Aneka Macam-macam roti
* Zat-zat yang dipergunnakan
* Prospek Usaha

1.3 Tujuan pembuatan makalah

1. Pokok Pembelajaran a. Mahasiswa dapat menyusun sebuah laporan sesuai dengan tugas yang diberikan dosen mata kuliah pengantar bisnis. b. Mahasiswa memperoleh pengetahuan-pengetahuan praktis yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengembangkan intelektual dirinya dimasa yang akan datang dalam berwira usaha khususnya dalam pembuatan roti.

2. Bidang organisasi a. Mahasiswa dapat menulis suatu perencanaan tugas kegiatan kerja, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan menempuh musyawarah dan mufakat b. Melatih Mahasiswa agar mampu melaksanakan tugas kerja sesuai dengan recana yang telah disusun dan diterapkan bersama

1.4 Metode penelitian Dalam penulisan makalah ini, penyusun menguraikan pokok-pokok bahasa dengan menggunakan metode study banding umum, seperti aspek biologi dan llingkungan.

1.5 Sistematika penelitian Sistematika yang digunakan oleh penyusun dalam melakukan penelitiannya adalah mengumpulkan data dari setiap anggota kelompok kemudian menyusunnya menjadi sebuah makalah

BAB II

SEJARAH SINGKAT DAN PROSES PRODUKSI USAHA

1.SEJARAH SINGKAT PROFIL USAHA

Usaha Roti “Sabila Bakery” terletak di jalan bintara 9, bekasi barat. Tepatnya berada di kampung setu. Bermula dari bosan menjadi pegawai, pemilik usaha bernama pak imam mantan pegawai di perusahaan roti yang bekerja pada bidang perpajakan. Beliau bercerita tentang bagaimana bekerja di dunia usaha ini. Dahulu, ujar pak imam “saya dulu bekerja di bagaian pajak diperusahaan roti, namun saya bingung”. Saat saya diperintahkan atasan untuk menggelapkan uang pajak negara. Hati kecil saya berkata tidak dan saya memutuskan untuk resign.

Pada tahun 2005 berbekal pengalaman saya bekerja di perusahaan roti, saya mendapatkan banyak ilmu tentang cara membuat roti. Dari situ saya mendapat ide untuk berwirausaha Roti. Dari sejak itulah saya memulai usaha roti.

2. PROSES PRODUKSI

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti antara lain :

1. Tepung terigu

2. Telur

3. Mentega

4. Gula pasir

5. Vanili

6. Coklat bubuk

7. Bahan pengawet

8. Bahan pengembang

9. Air secukupnya

Alat yang digunakan dalam pembuatan roti :

1. Mesin adonan

2. Mesin penggerak ( desel )

3. Mesin roling

4. Mesin pengocok telur

5. Mesin Press Kemasan

Cara membuat roti :

1. masukan tepung terigu dan telur lalu diaduk hingga rata

2. setelah rata masukan gula pasir dan mentega, vanili, kemudian aduk hingga rata,

3. setelah adonannya kental lalu masukan bahan pengawet dan bahan pengembang

4. setelah rata masukan adonan tersebut kedalam loyang atau cetakan roti lalu masukan coklat tersebut kedalam roti tersebut

5. kemudian masukan loyang tersebut kedalam open

6. tunggu sampai 15 menit setelah selesai angkat dan dinginkan selama 15 menit.

7. Setelah dingin masukan roti – roti tersebut ke dalam bungkus yang sudah tersedia.

Pada prinsipnya roti dibuat dengan cara mencampurkan tepung dan bahan penyusun lain menjadi adonan kemudian difermentasikan dan dipanggang. Proses pengadukan bahan baku roti erat kaitanya dengan pembentukan zat gluten, sehingga adonan siap menerima gas CO2 dari aktivitas fermentasi. Prinsipnya proses pengadukan ini adalah pemukulan dan penarikan jaringan zat gluten sehingga struktur spiralnya akan berubah menjadi sejajar satu dengan lainya. Jika struktur ini tercapai, maka permukaan adonan akan terlihat mengkilap dan tidak lengket serta adonan akan mengambang pada titik optimum dimana zat gluten dapat di tarik atau dikerutkan.

Proses pengembangan adonan merupakan suatu proses yang terjadi secara sinkronasi antara peningkatan volume sebagai akibat bertambahnya gas-gas yang terbentuk sebagai hasil fregmentasi dan protein larut, lemak dan karbohidrat yang juga mengembang dan membentuk film tipis.

Proses yang paling penting dan mendasar dalam pembuatan roti adalah proses biologis yang disebut proses fermentasi yang dilakukan oleh ragi roti. Khamir sendiri tidak dapat mengawali pembentukan gas dalam adonan, namun dalam tahapan selanjutnuya khamir merupakan salah satu komponen utama yang berfungsi mengembangkan, memantangkan, memproduksi senyawa-senyawa gas dan aroma adonan melalui fermentasi yang dilakukan. Suhu optimum fermentasi adonan adalah 27ͦ°C.

Proses proofing adalah proses fermentasi akhir setelah adonan terbentuk, ditimbang dan dimasukan ke dalam loyang, sebelum akhirnya adonan di panggang ke dalam oven. Pada tahap ini gluten menjadi halus dan meluas, serta penampakan proofing, volume adonan akan berkembang menjadi dua kali lipat.

Setelah melalui proses proofing, selanjutnya adalah proses pembakaran. Dimana proses pembakaran adonan ini merupakan tahap terakhir yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses pembuatan roti. Untuk memperoleh hasil yang baik dan berwarna kecoklatan dibutuhkan suhu panas sekitar 150-200°C. Sedangkan lama pembakaran secara tepat tergantung pada ukuran atau bentuk roti, jumlah gula yang digunakan dalam formula dan jenis roti yang dibakar.

Proses terpenting dalam pembuatan roti adalah pemanggangan. Melalui proses ini adonan roti diubah menjadi produk yang ringan dan berongga, mudah di cerna dan aroma yang sangat merangsang. Jika suhu oven kurang tinggi maka pengembangan adonan akan berlangsung cepat dan volume menjadi besar sekali sehingga sebagai adonan akan keluar dari cetakan. Hal ini mengakibatkan struktur sel roti kasar dan tekstur keras, kulit tebal, warna pucat, yang kesemuanya menurunkan mutu roti.

BAB III

KESIMPULAN

Roti adalah makanan yang disukai banyak orang baik muda maupun tua ataupun anak-anak walaupun roti bukan makanan khas buatan indonesia. Menggeluti usaha pembuatan roti akan mendapatkan keuntungan yang besar apabila kita menggelutinya dengan tekun dan pandai memasarkan barang yang kita produksi.

Wawancara yang kami lakukan memberi kami wawasan dan bekal apabila kelak kami akan berwirausaha dalam pembuatan roti.

Saran dan kriti kami Untuk usaha sabila bakery setelah saya tinjau lebih jauh, dari data yang saya dapatkan usaha ini kurang dalam memanagemen pemasara hasil produksi dan perlu kreativitas dan inovasi lagi untuk bersaing dengan pengusaha-pengusaha roti lain.

2 thoughts on “TUGAS LAPORAN WAWANCARA DENGAN PERUSAHAAN YANG MEMPRODUKSI BARANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s