PERSONALIA

PERSONALIA

I. Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja dan Kompensasi

A. Pendahuluan
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Agar supaya pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan denga baik, diperlukan fungsi fungsi. Pengertian fungsi adalah tugas tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas tugas yang lain.

B. Macam atau Jenis Personalia
Sesuai dengna fungsinya, pada dasarnya, di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja yakni:
1. Tenaga eksekutif : mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organic manajemen
2. Tenaga Operatif: merupakan tenagan terampil yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Tenaga ini dibedakan menjadi 3, tenaga terampil, tenaga setengah terampil, dan tenaga tidak terampil.

C. Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber:
1. Dari dalam perusahaan
2. Teman teman para karyawan
3. Lembaga penempatan tenaga kerja
4. Lembaga pendidikan
5. Masyarakat umum

D. Seleksi Tenaga Kerja
Sebelum proses seleksi dilakukan ada dua masalah penting yang harus diatasi lebih dahulu yaitu:
1. Penentuan jenis (kualitas) tenaga kerja
Yang meliputi persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:
a. Batas minimum maximum usia
b. Pendidikan minimal yang dimiliki
c. Pengalaman kerja yang telah diperoleh
d. Bidang keahlian yang dimiliki
e. Ketrampilan yang dimiliki
f. Pengetahuan pengetahuan lainnya
Untuk menentukan kualitas tenaga kerja ini, pertama tama yang harus dilakukan adalah membuat suau analisis jabatan, yaitu merupakan analisa tentang segala sesuatu mengenai suatu pekerjaan tertentu.
Dari hasil analisis jabatan ini akan diperoleh suatu deskripsi jabatan yaitu merupakan gambaran yang jelas mengenai suatu tugas tertentu. Berdasarkan deskripsi ini ditentukan spesifikasi jabatan yang merupakan prasyarat minimal yang harus dipenuhi oleh seorang calonuntuk dapat melaksanakan tugas tugas.

2. Penentuan jumlah tenaga kerja
Penetuan jumlah tenaga kerja ini meliputi dua hal pokok:
1) Analisa beban kerja yang meliputi peramalan penjualan, penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang.
2) Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada sau periode tertentu.

3. Proses seleksi
Langkah berikutnya adlah mengadakan seleksi ang pada umumnya meliputi tahap tahap sebagai berikut:
a. Pengisian formulir atau penyortiran lamaran lamaran yang masuk
b. Wawancara pendahuluan
c. Psycho test
d. Wawancara lanjutan
e. Pengujian referensi
f. Masa orientasi

E. Pengembangan Karyawan
Pada dasarnya terdapat dua metode pengembangan karyawan yakni:
1. Dilaksankan di dalam dan oleh perusahaan sendiri
2. Dilaksanakan di luar perusahaan dan oleh lembaga lain.
Tujuannya untuk menambah tingkat produktivitas, mengurangi tingkat kecelakaan, mengurangi besarnya scrap, dan meningkatkan gairah kerja.

F. Kompensasi
Adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada para karyawan atas kontribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam masalah pengupahan ini terdapat 3 macam teori upah ekonomi yaitu:
1. Teori pasar
2. Teori standard hidup
3. Teori kemampuan untuk membayar

G. Faktor factor yang mempengaruhi tingkat upah

Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain:
1. Pasar tenaga kerja
2. Tingkat upah yang berlaku di daerah yang bersangkutan
3. Tingkat keahlian yang diperlukan
4. Situasi laba perusahaan
5. Peraturan pemerintah

H. Metode Pengupahan
1. Upah langsung (straight salary), metode ini biasanay tidak termasuk upah lembur
2. Gaji (Wage), dasar pembayaran metode upah ini adalah lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan atau dihitumg menurut tingkat upah per jam
3. Upah satuan (piece work), pada metode ini upah yang dibayarkan kepada karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan.
4. Komisi, merupakan sejumlah uang yang dibayarkan untuk setiap unit barang yang terjual, dan bukannya unit yang dapat diproduksi.
5. Premi shift kerja (shift premium), merupakan upah yang diberikan kepada para karyawan karena bekerja di luar jam kerja normal. Misalnya sore atau malam hari.
6. Tunjangan tambahan (fringe benefit), merupakan tunjangan tambahan diluar upah yang biasa karyawan terima seperti asuransi, THR dll.

I. Upah Intensif
Upah intensif menunjukkan suatu arti tentang doronan kerja yang efektif dari karyawan. Maksud dari upah intensif adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih produktif. Karakteristik pokok dari upah intensif yang baik adalah:

1. Harus menunjukan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka
2. Harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak
3. Tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi terendah.
Macam macam bentuk upah intensif yaitu full participation plan dan group insentif plan.

II. Hubungan Perburuhan

A. Hubungan perburuhan pencasila
Karyawan adalah manusia yang hak asasinya harus dilindungi. Oleh karena itu di Indonesia diciptakan satu bentuk hubungan antara karyawan dan manajemen yang dikenal dengan hubungan perburuhan pancasila. Bilamana terjadi adanya ketidak sepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yangdapat digunakan untuk menekan pembicraaan antara mereka yaitu:
– Boikot
– Pemogokan
– Penghasutan
– Memperlambat kerja

B. Perjanjian kerja bersama (PKB)
Dengan adanya perjanjian ini buruh mempunyai kekuatan untuk dapat turut menentukan isi perjanjian tersebut yang meliputi hak hak dan kewajiban buruh dan pengusaha.

Hak hak buruh
1. Besarnya gaji minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya
2. Tunjangan tunjangan yang harus diterima
3. Hak untuk mendapat santunan kecelakaan di tempat kerja
Kewajiban Buruh
1. Datang bekerja tepat waktu
2. Menjaga ketertiban dan suasana kerja
3. Berusaha menigkatkan produktivitas

Hak pengusaha
1. Hak untuk mengevaluasi kerja karyawan
2. Hak memberi promosi
3. Hak untuk memecat sesuai prosedur yang berlaku

Kewajiban Pengusaha
1. Memberikan semua hak yang telah disepakati
2. Memperlakukan semua karyawan secara adil
3. Memberikan fasilitas kepada karyawan

C. Macam macam Perjanjian kerja
1. Closed shop agreement
2. Union shop agreement
3. Open shop agreement

D. Konflik dalam hubungan kerja
Konflik dalam hubungan kerja ini biasanya terjadi apabila kepentingan kedua belah pihak terganggu. Bila tida diselesaikan masalah tersebut akan meluas dan merugikan perusahaan.

E. Perantara Dalam pemecahan konflik
1. Konsiliasi
2. Mediasi
3. Arbitrasi: arbitrasi sukarela, paksaaan dan otomatis

F. Lembaga lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Bipartite mendasarkan diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul merupakan tanggung jawab kedua belah pihak sedangkan Tripartite masalah yang timbul merupakan tanggung jawab buruh pengusaha dan masyarakat.

G. Mencegah Konflik
1. Melaksanakan Lembaga keluhan dengan baik
2. Mengadakan survey gairah kerja secara rutin
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan
4. Mengikut sertakan buruh dalam pengambilan keputusan

Daftar Pustaka

1. Sukotjo, Ibnu W, SE. Pengantar Bisnis Modern.Yogyakarta : Liberty Yogyakarta. 1988
2. Allen, Louis A. Manegement and Organization. Tokyo : McGrawhill kogakusha Ltd. 1972
3. Dharmmesta, Basu Swastha. Azas-Azas Manajemen Modern. Yoyakarta : Penerbit Liberty. 1984

One thought on “PERSONALIA

  1. Ping-balik: Manajemen Sumber Daya Manusia | World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s